Cara Mengatasi Anak Yang Sering Tantrum
Tantrum adalah perilaku yang ditunjukkan oleh anak-anak saat mereka mengalami kegagalan, frustasi, atau ketidakpuasan. Tantrum bisa menjadi masalah serius bagi orang tua dan keluarga, terutama saat anak-anak tidak bisa mengendalikan emosi mereka. Hal ini dapat menyebabkan masalah kecemasan, kemarahan, atau bahkan stres. Meskipun tantrum anak bisa membuat orang tua menjadi frustrasi, ada beberapa cara untuk mengatasi dan mengendalikannya.
1. Pahami Alasan Tantrum Anak
Pertama-tama, penting untuk mencoba mengerti alasan di balik perilaku tantrum anak. Jika anak-anak merasa kecewa, frustrasi, atau tidak puas, mereka cenderung menangis atau berteriak. Tantrum juga bisa terjadi karena anak-anak belum memahami konsep waktu, batasan, atau konsep kepemilikan. Bagi anak-anak yang masih kecil, tantrum juga bisa terjadi karena mereka tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkan keinginan mereka. Memahami alasan di balik tantrum anak bisa membantu orang tua mengidentifikasi cara yang terbaik untuk menangani masalah tersebut.
2. Jangan Menghukum Anak
Ketika anak-anak mengalami tantrum, orang tua sering tergoda untuk menghukum atau memberi ancaman. Namun, hal ini hanya akan membuat mereka merasa lebih frustrasi dan marah. Selain itu, menghukum anak juga dapat membuat mereka merasa tidak aman atau takut. Menghukum anak juga bisa menyebabkan mereka menjadi kurang percaya diri dan memiliki rasa tidak berharga. Pada akhirnya, hal ini akan mempersulit bagi mereka untuk mengatasi masalah tantrum. Sebaliknya, orangtua harus membantu anak-anak mengembangkan keterampilan mereka untuk mengontrol emosi mereka dan memahami bagaimana cara mengungkapkan keinginan mereka.
3. Beri Waktu Anak Untuk Beristirahat
Setelah anak-anak mengalami tantrum, orang tua harus memberikan waktu beristirahat di tempat yang tenang dan aman. Anak-anak bisa menenangkan diri dengan menenggelamkan diri dalam aktivitas favorit mereka seperti membaca buku, menggambar atau bermain dengan mainan. Biasanya, anak-anak juga akan merasa lebih tenang setelah mengambil napas dalam-dalam selama beberapa saat. Orang tua juga bisa menenangkan anak dengan memberikan ciuman atau pelukan. Dengan memberikan waktu beristirahat, anak-anak akan lebih mudah menenangkan diri dan mengendalikan emosi mereka.
4. Gunakan Metode Berbicara
Setelah anak-anak menenangkan diri, orang tua harus menggunakan metode berbicara untuk memahami alasan di balik tantrum mereka. Orang tua harus berbicara dengan anak-anak dalam bahasa yang tenang dan jelas. Orang tua juga harus terbuka untuk mendengarkan anak-anak dan mengerti tentang keinginan mereka. Orang tua harus mengajari anak-anak cara mengendalikan emosi mereka dan mengungkapkan keinginan mereka dengan cara yang positif. Dengan memberikan waktu untuk berbicara, orang tua akan lebih mudah memahami dan menyelesaikan masalah tantrum anak.
5. Jadilah Contoh
Mengatasi anak yang sering tantrum membutuhkan kesabaran dan kesetiaan dari orang tua. Orang tua harus menjadi contoh untuk anak-anak. Orang tua harus menunjukkan cara yang tepat untuk mengatasi masalah dan konflik. Orang tua juga harus melakukan apa yang mereka katakan dan tidak berbohong. Dengan menjadi contoh yang baik, anak-anak akan belajar untuk mengendalikan emosi mereka dan mengungkapkan keinginan mereka dengan cara yang tepat.
6. Gunakan Metode Distraksi
Anda juga dapat menggunakan metode distraksi untuk mengurangi tantrum anak. Ini bisa dilakukan dengan mengajak anak-anak melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti bermain di taman bermain, bermain musik, atau bermain permainan. Anda juga bisa mengajak anak-anak untuk menonton film atau mengajak mereka untuk makan siang di luar. Dengan menggunakan metode distraksi, anak-anak akan lupa tentang tantrum mereka dan bisa mengendalikan emosi mereka dengan lebih mudah.
7. Ajak Anak untuk Bermain
Orang tua juga dapat mengajak anak-anak untuk bermain. Ini bisa dilakukan dengan mengajak anak-anak bermain permainan atau menyenangkan. Orang tua juga bisa menggunakan permainan seperti teka-teki, puzzle, atau permainan kartu untuk mengajak anak bermain. Dengan bermain, anak-anak akan lebih mudah mengendalikan emosi mereka dan bisa mengurangi tantrum mereka.
8. Lakukan Aktivitas Keluarga
Aktivitas keluarga juga dapat membantu mengurangi tantrum anak. Orang tua bisa mengajak anak-anak untuk melakukan berbagai aktivitas keluarga seperti berkemah, berjalan-jalan, atau berkunjung ke tempat wisata. Dengan melakukan aktivitas keluarga, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka. Aktivitas keluarga juga dapat membantu anak-anak mengurangi stress dan mengatasi tantrum mereka.
9. Berikan Kebijakan yang Jelas
Ketika anak-anak mengalami tantrum, orang tua harus memberikan kebijakan yang jelas dan tegas. Kebijakan tersebut harus mencakup aturan tentang perilaku yang diizinkan dan tidak diizinkan. Orang tua juga harus menjelaskan konsekuensi dari pelanggaran aturan tersebut. Dengan memberikan kebijakan yang jelas, anak-anak akan lebih mudah mengerti dan mengikuti aturan yang diberikan. Hal ini akan membantu anak-anak mengurangi tantrum mereka.
10. Dukung Anak Dalam Belajar
Belajar adalah salah satu cara untuk mengatasi anak yang sering tantrum. Orang tua harus mendukung anak dalam belajar dan membantu mereka meningkatkan kemampuan sosial dan emosional mereka. Orang tua juga harus mengajarkan kepada anak-anak tentang cara mengungkapkan keinginan mereka dan mengendalikan emosi mereka. Dengan mendukung dan membantu anak-anak dalam belajar, mereka akan lebih mudah mengatasi masalah tantrum mereka.
Komentar
Posting Komentar